BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Selasa, 02 Maret 2010

Etika Profesi Akuntansi

A. Pengertian Etika

Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.

Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia, Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.


Menurut Ahmad Amin, “etika adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dicapai oleh manusia dalam perbuatan mereka, dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat oleh manusia."


Menurut Soegarda Poerbakawatja, “etika adalah filsafat nilai, pengetahuan tentang nilai-nilai, ilmu yang mempelajari soal kebaikan dan keburukan di dalam hidup manusia semuanya, terutama mengenai gerak-gerik pikiran dan rasa yang merupakan pertimbangan dan perasaan sampai mengenai tujuannya bentuk perbuatan”.


Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”.


Profesi Akuntansi : suatu pekerjaan yang memerlukan keahlian dan pelatihan di bidang akuntansi, serta mengikuti perkembangan bisnis dan profesinya, memahami, mempelajari dan menerapkan prinsip akuntansi dan standar (auditing) yang ditetapkan IAI.


Etika Profesi : studi tentang benar dan salah, atau baik dan buruk yang berkaitan dengan perilaku orang dalam menjalankan profesinya.


Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, yaitu kredibilitas, profesionalisme, kualitas jasa, dan kepercayaan.


Fungsi Etika

1. Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan.

2. Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.

3. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme


Kode Etik Akuntan Indonesia
  • Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa yang diberikan oleh profesi akuntan, terlepas dari akuntan yang memberikan jasa tersebut.
  • Dibuat oleh organisasi profesi yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) melalui kongres IAI

Tujuan

  • Mengatur perilaku anggota profesi (anggota IAI) dalam menjalankan praktik profesinya bagi masyarakat
  • mengikat bagi seluruh anggota profesi (anggota IAI)
Prinsip Etika Akuntan Indonesia
  1. Tanggung Jawab
  2. Kepentingan Publik
  3. Integritas & Objektivitas
  4. Kompetensi & Kehati-hatian profesional
  5. Kerahasiaan
  6. Perilaku Profesional
  7. Standar Teknis
B. Penerapan Etika Profesi Akuntansi Dalam Dunia Kerja

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan.

Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi.

Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya.

Karena dalam dunia bisnis, yang tidak ada menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha, tetapi mempunyai kaitan secara nasional bahkan internasional. Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moral dan etika, apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tidak akan pernah bisa diwujudkan. Jadi, untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian.

  • Etika sangat penting untuk menciptakan budaya perusahaan dari sebuah organisasi. Sebuah organisasi menggunakan etika untuk memutuskan bagaimana mereka ingin melakukan bisnis.
  • Untuk menyediakan pedoman bagaimana menjadi yang terbaik yang kita dapat yang bertentangan dengan aturan dan peraturan yang cenderung berkonsentrasi pada standar minimum perilaku
  • Etika sangat penting bagi semua profesi yang ada agar tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari hukum. Salah satunya adalah profesi akuntan yang dituntut untuk berperilaku etis.



0 komentar: